Kamis, 14 Oktober 2010

Mengukur Berat Manusia

Cerita ini terjadi di Yunani, Raja penguasa Yunani saat itu, yaitu Raja Hieron, mencurigai seorang perajin telah mencampur emas murni yang ada pada mahkota raja dengan timbal atau timah hitam. Ia lalu meminta Archimedes membantunya untuk membuktikan kebenaran hal ini. Kebetulan ketika Archimedes sedang mandi berendam, ia melihat air yang meluap dari bak mandinya. Tiba-tiba ia mendapatkan jawabannya: Dengan bobot yang sama, timbal akan lebih berat daripada emas. Karenanya bila mahkota memang telah dicampur dengan timbal, maka dipastikan bahwa bobotnya akan lebih berat daripada bobot emas murni. Archimedes kemudian memasukkan mahkota dan emas murni ke dalam air bak secara terpisah. Sesuai dugaan, air pada bak yang dimasukkan mahkota meluap keluar lebih banyak. Akhirnya terbuktilah bahwa si perajin emas memang telah mengurangi takaran emas pada mahkota dan benar-benar mencampurnya dengan timbal.

Cara Menyimpan Makanan Yang Baik

Pada abad ke-19, demi menyediakan bahan makanan yang tetap segar untuk tentaranya perang, Napoleon memberikan perintah agar mencari "cara menyimpan makanan". Pada tahun 1809, seorang Prancis yang bernama Nicolas Appert memperkenalkan "Cara Menyimpan Makanan dengan Botol Kaca". Caranya yaitu dengan memasukkan makanan yang telah direbus ke dalam botol kaca, dan setelah menyumbat botol tersebut dengan longgar memakai kayu gabus, botol itu direbus hingga mendidih. Setelah udara dalam botol seluruhnya keluar, sekali lagi botol disumbat dengan kayu gabus. Kali ini sumbatannya rapat dan kencang. Ini merupakan bentuk paling tua dari kaleng yang kita kenal. Karena jasanya, Appert kemudian mendapatkan hadiah dari Napoleon.